Minggu, 10 Januari 2016

Galau Menjadi Tren


Dewasa ini galau menjadi sebuah tren, tidak hanya untuk anak muda, anak kecil bahkan sampai orang dewasapun sudah terjangkit wabah galau. Di twitter maupun facebook kata galau sudah sangat populer, bahkan sudah menjadi kewajiban bergalau di dunia maya.

Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia, galau atau bergalau adalah sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau sekali; kacau tidak karuan. Jadi galau itu sebuah perasaan yang tidak enak, dilema, gundah gulana, bingung sehingga emosi kita menjadi labil.

Banyak orang menjadi galau yang disebabkan oleh  masalah percintaan, sekolah, rumah tangga, kantor, keluarga dan kurang dekatnya dengan Tuhan.

Sebenarnya galau itu muncul karena kurang pengontrolan emosi  dan kurang berpikir dengan logika, sehingga ketika sedang galau, banyak orang yang suka melakukan perbuatan di luar batas, seperti tidak makan selama beberapa hari, menangis berkepanjangan, dan yang paling berbahaya adalah bunuh diri.

Sungguh mengenaskan jika galau sampai menyebabkan bunuh diri. Ada beberapa tips untuk menghindari galau yang berlebihan, antara lain :
1.  buat pikiran menjadi tenang
2.  berpikir positif tentang apa yang membuat kita galau
3.  berusaha menyadari bahwa takdir Tuhan memiliki maksud yang baik
4.  berpikir tentang masa depan
5.  ganti makna galau yang tadinya kacau tidak karuan menjadi God Always Listening And Understanding (say no to galau, Archan sang provokator).
 
Dengan ini kita dapat melihat banyak dampak negatif yang disebabkan oleh galau yang berlebihan. Untuk apa kita bergalau lagi?

2 komentar:

  1. hehehe .. temanya lagi hot bgd itu,,
    ya semoga bisa membuat anak2 pada masa ini bisa lebih memanfaatkan diri dan waktu mereka dengn baik dr pd harus galau dengan hal yang kurang penting dan bersifat sia2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe yoi dong. Aamiin deh. Semoga yang komentar juga gak kebanyakan galau ya hahaha

      Hapus