Banyak sekali orang di sekitar kita yang mengeluhkan akan adanya
teman yang pelupa, atau mungkin diri kita sendiri juga sering menjadi seorang
pelupa? Pastinya kita pernah lupa akan suatu hal, dari hal yang penting hingga
yang sangat kecil atau sepele.
Seringkali kita menyimpan catatan penting di memo handphone,
sticky note, ms. word di komputer ataupun laptop. Kenapa? Karena kita
berpikir komputer memiliki hardisk yang besar untuk menampung catatan sehingga
tidak akan hilang bukan?
Apakah kamu tahu? Manusia diciptakan oleh Allah Swt. dengan
memiliki kapasitas penyimpanan sampai 180 quintillion bit
(280.000.000.000.000.000.000). Coba kita bayangkan berapa banyak hardisk
komputer yang terpasang di otak kita? Mau
membayangkan? Lebih baik kita langsung bersyukur kepada Allah Swt. yang telah
menciptakan manusia dengan begitu luar biasa.
Lalu, kenapa kita sering lupa akan suatu hal? Padahal kita memiliki
penyimpanan yang sangat besar untuk mengingat apapun yang kita inginkan di dalam otak kita. Jadi, masalahnya
bukan pada ingatan kita, melainkan pada diri kita yang sering menganggap tidak
penting suatu hal tersebut.
Menurut Eric Jensen dan Karen Markowitz kita jadi pelupa disebabkan
oleh:
a.
Terlalu
cuek / tidak peduli
Kita biasa
menganggap suatu hal dengan remeh, sehingga mendengarkan dan memperhatikan
seenaknya saja.
b.
Gangguan
Setiap orang
akan kesulitan untuk fokus memperhatikan atau mendengarkan sesuatu jika
diganggu.
c.
Kerusakan
syaraf otak
Hal ini terjadi
karena jarangnya kita melatih ingatan
d.
Tekanan
Coba kita ingat
sesuatu saat kita dalam keadaan tertekan, sangat sulit bukan?
e.
Stress
Menurut
ahlinya, stress yang tidak berat ia akan meningkatkan ingatan jangka panjang
yang namanya eustress. Dan jika stress berat ia akan mempengaruhi ingatan
namanya distress
f.
Lupa
apa petunjuk ingatan
Tiba-tiba kamu
berada di perpustakaan, “Tadi saya ingin mencari buku apa ya?” kamu bergegas
pergi dari tempat itu. “Oh iya saya baru ingat ternyata saya mau cari buku filsafat”
g.
Gangguan
fisik
Hal ini
disebabkan oleh penyakit seperti amnesia, masalah sosial seperti cemas atau
sedih yang berkepanjangan. (Belajar Itu Maknyuss!, Abu Fathimah)
Sudah tahu bukan apa saja kendalanya kita menjadi seorang pelupa?
Sudah punya gambaran untuk mengatasinya? Jika belum, simaklah kisah di bawah ini yang akan memberikan
resep jitu agar ingatan kita tidak mudah hilang.
Sejak umur 7 tahun ia sudah hafal al-Qur’an, umur 15 tahun sudah
mendapatkan rekomendasi mengeluarkan fatwa, menghafal al-Muwaththa karya
Imam Malik lengkap dengan sanadnya dalam 9 malam, orang yang pertama kali
merumuskan kaidah ushul fiqih, membuat 1000 kesimpulan hukum lengkap dengan
dalilnya dalam semalam, membaca buku halaman sebelahnya harus ditutup karena
jika sempat terlihat maka akan terhafalkan. Ketika didikte, sebelum gurunya
membaca ulang semua ia sudah hafal. Dialah Imam Syafi’i salah satu imam yang
terkenal. Tetapi pernah suatu hari ia sedang belajar, sedang menyetor hafalan,
dan ternyata hafalannya tersendat. Maka gurunya bertanya “Syafi’i ada apa? Kok
tidak biasanya?” Imam menjawab “saya tidak tahu guru” Sang guru mengatakan “memangnya pernah terjadi apa?” Imam
menjawab “kemarin saya sedang duduk di depan rumah, ketika itu ada seorang
wanita lewat dan tumitnya tersingkap oleh angin” tegas gurunya berujar “Ilmu
adalah cahaya dan cahaya takkan bisa masuk karena kemaksiatan”.
Astaghfirullah, hanya dengan melihat tumit seorang wanita yang bukan mahramnya tanpa
sengaja saja telah berefek terhapusnya sebagian ilmu atau memori ingatan kita. Bagaimana
dengan maksiat yang dilakukan dengan sengaja? Seperti mencontek kanan kiri saat
ujian hanya untuk menghias raport atau IPK. Astaghfirullah,
semoga kita selalu terlindung dari perbuatan maksiat yang disengaja maupun
tidak disengaja, karena kinerja maksiat sekecil apapun akan berdampak pada diri
kita sendiri.
Jadi, manusia sering menjadi seorang pelupa
bukan karena masalah yang terjadi pada otak atau daya ingatnya. Tetapi terjadi
karena perilaku dan kebiasaan manusia itu sendiri. Semoga sedikit goresan ini
menjadi bermanfaat untuk membantu kita semua dalam proses belajar dan
mempertahankan hafalan-hafalan, atau ingatan-ingatan positif lainnya.

Ok Bagus
BalasHapusTerima kasih bu ed :)
Hapus